Senin, 29 November 2010

Hanya ingin menjaga hati

Hanya ingin menjaga hati..
Bukan untuk tidak peduli apalagi bermaksud melukai..
Sekali lagi hanya untuk menjaga hati..^^
Semangaaattttt.....
you're the one and always be the one..
I just wanna give the best I can do...

Aku menyebutnya "Jalan Cinta Para Pejuang" part end

Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin aku tumpahkan di lembaran ini. Unforgettable lah pokoknya...
Tapi yang pasti, semoga apa yang kami lakukan selama ini bisa bermanfaat bagi semuanya, semua pengorbanan tenaga, waktu, materi, hati teman2 semua bisa terbalaskan dengan balasan yang jauh lebih baik..
Thanks to TBMM FK UGM..semangat kawan..perjuangan belum berakhir..^^

Sabtu, 30 Oktober 2010

Aku menyebutnya "Jalan Cinta Para Pejuang" part 1

Bismillah,akhirnya bisa menulis juga. Setelah beberapa hari sejak erupsi pertama gunung Merapi pada hari Selasa,26 Oktober 2010, sangat terkuras pikiran dan tenaga untuk sekedar membantu meringankan beban saudara-saudara kita di lereng gunung teraktif di dunia tersebut.
Tulisan ini bukan bermaksud untuk sombong atau pamer atau apalah. Tapi terserah juga interpretasi tulisan ini kepada pembaca..^^
Hari pertama erupsi, dengan tim dari MER C dan TBMM FK UGM,malam itu langsung tancap gas ambulan untuk sampai di barak pengungsi terdekat di Umbulharjo. Tim 1 segera membantu evakuasi korban awan panas di desa Kinahrejo, tempat mbah Marijan tinggal. Dan benar, ambulan MER C dan TBMM menjadi ambulan kedua yang sampai dilokasi terparah akibat semburan awan panas Merapi. Evakuasi korban langusng dilakuakn dengan peralatan seadanya. Dalam kegelapan malam tim bekerja, mengangkat korban, penanganan darurat dan sebagainya untuk bisa mengevakuasi korban. Alhamdulillah semakin larut bantuan semakin banyak berdatangan baik dari dinas, rumah sakit, tentara maupun NGO-NGO lain. Sampai terasa berlebihan ketika semua entah ingin menjadi dan tampil menjadi pahlawan atau benar-benar tulus membantu. Tim kedua MER C dan TBMM menyusul pada pukul 10 malam waktu setepat untuk memberikan bantuan kepada tim pertama.
Evakuasi pun dihentikan pada tengah malam menjelang pergantian hari karena suasan yang tidak memungkinkan, gelap dan aktivitas Merapi yang meningkat.
Tim kemudian dibagi lagi menjadi 2 tim untuk melakukan tugas surveillance barak-barak pengungsian yang berjumlah 7 tempat di kabupaten Sleman ini. Tim pertama ke Hargobinangun dan sekitarnya sedangkan aku yang berada di tim 2 bersama dr. Adrian, Raja Humbert, Afif dan Pak Tu meluncur ke Kepuhardjo dan Glagaharjo, sebelah timur barak Umbulharjo. Di Kepuharjo kami langsung menghubungi pos kesehatan dan pos logistik untuk menanyakan barang-barang yang sangat diperlukan. Dan di Kepuharjo ini kami melihat dengan mata kepala sendiri aksi heroik dari saudara sesama relawan yang dengan penuh pengorbanan membantu menyelamatkan 1 keluarga yang terjebak awan panas di rumah mereka dan semuanya alhamdulillah selamat. Subhanalloh dan salut untuk beliau. Glagaharjo menjadi tujuan kedua kami untuk melihat kesiapan tim medis disana. Dan memang disana dengan kapasitas hampir seribu pengungsi hanya 1 orang dokter yang diperbantukan.
Kembali ke markas pada pukul 3 dini hari dan jam 7 pagi langsung dilakukan rapat koordinasi tanggap bencana untuk mahasiswa FK UGM.
(cerita masih lanjut..)
*kadang aku berpikir, kami ini orang gila,sinting atau apalah. Bisa saja kami seperti yang lain, tidur enak di kosan atau di rumah, makan enak, melakukan apa saja yang ingin dilakukan. Bisa saja. Tidak perlu repot-repot mondar mandir, ikut rapat sana-sini, bolak-balik survei, bolak-balik angkat barang2, muter-muter cari dana dan lain sebagainya. Sangat bisa. Tapi entah kenapa jiwa ini kurang berminat dengan hal-hal seperti itu. Makan, tidur, main dll. Ada suatu dorongan untuk bisa membantu sekecil apapun yang kami bisa. Sekecil apapun yang bisa kami usahakan. Seremeh apapun yang kami kerjakan. Bukan bermaksud sombong, mengeluh dan pamer2..tidak sama sekali,astaghfirulloh jauh dari itu. Tidak penting buat kami.
Ada suatu kepuasan tersendiri dari apa yang kami kerjakan. Entahlah kami juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu. Memang semua tidak bisa dijelaskan dengan rasio ada hal-hal yang benar-benar sama sekali tidak terjangkau oleh akal dan rasio. Ada suatu kecintaan melakukan hal-hal yang bisa membuat orang lain sejenak melupakan kesedihan atas apa yang mereka alami. Dan itulah mengapa aku menyebutnya "Jalan Cinta Para Pejuang"..cont'd


Senin, 25 Oktober 2010

Keputusan..

Semua orang pasti mengalami yang namanya kematian..
Siapapun itu, tak akan bisa menghindar dari malaikat maut yang siap menarik ruh dari jasadnya...
Aku lebih suka mati dalam perjuangan menolong orang banyak daripada mati tak berdaya ditempat tidur tak bernama..
Semangat dan siap sewaktu-waktu dihubungi untuk terjun ke daerah bencana...
Siap untuk melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan, betapapun risiko yang harus aku hadapi..
(ditulis setelah mengatakan siap untuk menjadi relawan medis MER C untuk antisipasi bencana Merapi, 25 Oktober 2010)...

Minggu, 24 Oktober 2010

The Milk of Kindness

Paid In Full With One Glass of Milk

glass of milkOne day, a poor boy who was selling goods from door to door to pay his way through school, found he had only one dime left, and he was hungry.

He decided he would ask for a meal at the next house. However, he lost his nerve when a lovely young woman opened the door. Instead of a meal, he asked for a drink of water. She thought he looked hungry so she brought him a large glass of milk. He drank it slowly, and then asked, "How much do I owe you?" "You don't owe me anything," she replied. "Mother has taught us never to accept pay for a kindness." He said... "Then I thank you from my heart."

As this boy, Howard Kelly, left that house, he not only felt stronger physically, but his faith in God and man was stronger also. Until that moment, he had been ready to give up and quit.

Many years later that young woman became critically ill. The local doctors were baffled. They finally sent her to the big city, where they called in specialists to study her rare disease. Howard Kelly, who was now a doctor, was called in for the consultation. When he heard the name of the town she came from, a strange light filled his eyes. Immediately he rose and went down the hall to the hospital room. Dressed in his doctor's gown he went in to see her. He recognized her at once. He went back to the consultation room determined to do his best to save her life. From that day, he gave special attention to the case. After a long struggle, the battle was won.

Dr. Kelly requested the business office to pass the final bill to him for approval. He looked at it, then wrote something on the edge and the bill was sent to her room. She feared to open it, for she was sure it would take the rest of her life to pay for it all. Finally she looked, and something caught her attention on the side of the bill. She read these words... "Paid in full with one glass of milk."

Signed, Dr. Howard Kelly. Tears of joy flooded her eyes as her happy heart prayed: "Thank You, God, that Your love has spread abroad through human hearts and hands."

Dr. Howard Kelly was a distinguished physician who, in 1895, founded the Johns Hopkins Division of Gynecologic Oncology at Johns Hopkins University. According to Dr. Kelly's biographer, Audrey Davis, the doctor was on a walking trip through Northern Pennsylvania one spring day when he stopped by a farm house for a drink of water.

Many thanks to Andrew Harrison, the Processing Archivist and Fine Arts Coordinator for the Johns Hopkins Medical Institutions, for help with this story.

untitled (again)

Hanya bisa percaya...
no more...

Kamis, 21 Oktober 2010

Hikmah Pagi...

Bismillah,subhanalloh walhamdulillah wala ila ha illallohu allohu akbar...
Di suatu pagi, aku terhenyak ketika secara tidak sengaja mendengarkan kajian Aa Gym disebuah radio. Suatu hal yang belum menjadi kebiasaanku saat ini...
Dalam uraiannya, beliau menyampaikan suatu hadis yang artinya kurang lebih seperti ini,
Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya),

... dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya. “

(HR At-Tarmidzi)
Sebuah hadist yang membuat mata ini sembab untuk kesekian kalinya. Menghancurkan kesombongan yang selama ini melingkupi hati dan fikiran ini, Ketika otak ini penuh dengan ambisi duniawi dan melalaikan pesan bahwa hidup yang hakiki bukanlah disini, tapi hidup yang hakiki adalan nanti, dunia setelah mati.
cont'd