Bismillah...
Sudah cukup lama tidak menulis di blog ini. Pagi 29 Agustus 2010 jam 5.56 WIB tepat selesai aku membaca sebuah novel 461 halaman. Novel yang direkomendasikan oleh salah seorang sahabat.
Yaa ayyuhalladziina amanu in tansurulloha yansurkum wa yutsabbit aqdaamakum..
sebuah surat dari Al-Quranul Kariim surah Muhammad ayat 7.
Ketika aku "menemukan" kalimah mulia ini disalah satu halaman novel tersebut, hatiku tertegun untuk beberapa waktu. Mencoba mencerna pesan-pesan mulia di balik firman Alloh azzawajalla. Mencoba meresapi untaian kata demi kata ayat mulia tersebut.
Sebelumnya ketika mengikuti sebuah acara di suatu panti asuhan tanggal 28 Agustus 2010, wajahku enggan berpaling pada tulisan arab yang aku mengerti betul artinya. Sebuah hadist yang seakan mengingatkanku pada kewajiban yang selama ini aku lalaikan, aku nomorduakan. Hadist tersebut kurang lebih berarti seperti ini:
Saya mendengar Rasululloh bersabda : Barangsiapa diantara kamu melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu. Jika tidak mampu ubahlah dengan lisanmu. Jika tidak mampu ubahlah/bencilah dengan hati,maka itu adalah selemah-lemah iman (wallohu a'lam)
Suatu peristiwa atau kebetulan yang terencana menurutku. Ketika diri yang lemah ini merasa canggung dalam dakwah, merasa lemah dalam menyeru kebaikan, merasa tidak pantas untuk mengemban amanah dakwah dan was-was lain yang aku tersadar bahwa itu semua adalah bisikan setan yang menggoda dari atasku dan bawahku, dari kanan dan kiriku, dari depan dan belakangku, dari arah mana saja untuk melemhakan keyakinan hamba yang lemah berlumpur dosa.
Seketika diri ini bertanya, sudahkah ? sudahkah kamu menolong agama Alloh? sudahkah kamu melakukan perubahan atas kemaksiatan yang jelas-jelas ada didepan mata? sudahkah? sudahkah? sudahkah?
Mungkin kamu berpikir,"ah aku mau fokus studi, tak mau lagi ngurus-ngurus hal seperti itu karena menyita waktu" atau "ah aku belum pantas melakukan hal itu, masih sedikit ilmuku"..seperti itukah? Istighfar akhii, percaya itu adalah was-was setan yang dibisikkan kedalam hati kita dari segala penjuru. Tidakkah engkau melihat janji-Nya bagi siapa saja yang menolong agama Alloh? tidakkah engkau percaya? masihkah engkau ragu dengan janji yang diberikan oleh sebenar-benar pemberi janji yang tak mungkin diingkari-Nya?
Bangun akhi..Yaa ayyuhal muddatsir,qum fa andzir..aku rasa ayat tersebut bukan hanya ditujukan bagi Nabi Muhammad Rasul tercinta, tapi kepada engkau juga.
Bangun dan beri peringatan. Bangun dan agungkan nama Tuhanmu...Bangun dan buat perubahan...bangun dari selimut kelalaian,bangun dari selimut ketidaksadaran,bangun dari selimut keragu-raguan dan mari berbuat kebaikan...
Yansurkumulloh..berjuang membantu ajaran penuh kebaikan dan kedamaian dunia akhirat ini..yansurkum..Alloh juga akan membantumu dan meneguhkan pendirianmu,meneguhkan tekadmu..wa yutsabbit aqdaamakum..
Jangan menyerah walau yakin akan banyak rintangan yang akan menghadang kita..tapi yakinlah bahwa pertolongan Alloh pasti bersama hamba-hamba-Nya yang terus berjuang dengan keikhlasan, pengorbanan dan sabar...
Masih ingatkah engkau tulisan yang engkau buat hampir 7 tahun yang lalu? kau tulis dalam selembar kertas dan kau tempelkan dilemari pakaian sekaligus kitab-kitabmu? waktu itu kau menulis " Alloh tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya"..ingatlah,bahwa tulisan tersebut masih dan akanterus relevan sampai nyawamu ditarik melalui tenggorokanmu..
Cerita-cerita tentang pengalaman dan tumpahan pikiran yang mungkin berguna. Sengaja tidak dipublikasikan, tapi kalau ada yang nyasar ya, salam kenal ^^..semoga bermanfaat. (since 25 Juli 2010)
Sabtu, 28 Agustus 2010
Rabu, 18 Agustus 2010
Rugi Kalau Baca : Catatan Nggak Penting Penulis
Jarum jam tanganku menunjuk angka 13.55. Setelah perjalanan cukup melelahkan Jogja-Klaten kemudian balik dari Klaten-Jogja, iseng aku tuliskan hal yang sebenarnya tidak ingin kutulis. Perjalanan seorang jurnalis amatiran yang secara tidak sengaja menjadi juru tulis.
Tahun 2008, tepatnya aku lupa,aku mulai menulis. Menulis liputan kegiatan untuk majalah di kampusku. Tak kusangka keisengan ini menjermuskanku pada dunia jurnalistik yang sebelumnya sangat tidak aku sukai. Aku mau ikut karena yah lumayan dapat sesuatu untuk sekedar beli makan siang selama beberapa hari di McD..he3..sapa juga yg ga mau..
Dari keisengan ini aku bisa bertemu orang-orang yang sebelumnya mungkin aku tidak pernah punya bayangan untuk bertemu apalagi bercakap-cakap dalam suasana yang santai. Sudah lupa berapa banyak orang "penting" diwawancarai oleh orang nggak penting ini,
1. Menteri Kesehatan RI 2004-2009, Bu Siti Fadhilah Supari. Wawancara dadakan,yg mengesankan. Orangnya ramah dan enak untuk diajak ngobrol. Kata orang beliau galak, tapi menurutku beliau orangnya baik.
2.Pak Sugiri Syarif,Direktur BKKBN Pusat,pernah jadi Sekjen KPK juga,aneh padahal beliau dokter. Kakak kelasnya prof Hardjo ternyata...^^b..itu juga mendadak juga. Jam 12.30 dihubungi bu yanri untuk interview beliau jam itu juga. Mana ga ada persiapan materi lagi,tapi alhamduulillah lancar. Oiya itu kan jam makan siang,dan alhamdulillah sekalian diajak makan siang juga..hohoo..mahasiswa gitu,mana bisa nolak.
3.Dr.Supriantoro,ini direktur RSPAD Gatot Subroto (salah ga sih tulisannya),sahabat prof hardjo juga ..tapi ga lama kalo sama beliau. HAhaha yang penting pernah..
4.Bu Retno, direktur bidang pendidikan bla.bla..bla..UGM (aku lupa tepatnya),beliau sangat sibuk seperti yang lainnya. Tapi masih hangat mau menyambut untuk diwawancarai.
5.dr.Bambang Purwoatmodjo, lagi-lagi teman sekelas prof hardjo (pasti ada kongkalikong ini hahaha..bercanda)..beliau adalah direktur RSUP Dr Soeradji tirtonegoro,Klaten. Lulusan FK angkatan 73,salah satu pengembang posyandu waktu zaman ga enak dulu.
6.Pak Eko Sugiharto, Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM. Ngomongin global warming dan antek2nya,beliaulah pakarnya. Beliau orang madura ternyata.
7. Pak Dekan, entah sudah berapa kali wawancara sam beliau. Mulai dari asuransi,MDGs dll...
8. Prof Soetaryo,mantan ketua senat Universitas (UGM) sebelum diganti prof Marsetyawan,yg juga dosen pembimbingku pas PKM)
9. Prof Narto, pakar bioetik,sapa pula yang tak kenal mantan dekan FK UGM ini.
10. dll (dan lainnya lupa)
dari sebuah keisengan menjadi sesuatu yang mungkin biasa bagi orang lain tapi luar biasa buatku..secara cah gunung (ngaku lho iki)...
Banyak pesan dan pengalaman yang beliau-beliau sampaikan. Kadang kebetulan pas beliau-beliau semacam reuni, hahah ternyata nggak jauh beda dengan kita. Bercanda ngarah ke rasis kadang-kadang..tapi ya itulah namanya teman sehati.
Aku ingin menjadi seperti mereka yang sampai sekarang (sudah cukup tua) masih mau dan mampu untuk berkarya bagi bangsa. Aku ingin seperti mereka yang tidak mengandalkan orang tua untuk bisa terus bertahan. Aku ingin seperti mereka, karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang pekerja keras yang lahir dari keterbatasan...tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka, tekad mereka untuk mewujudkan impian mereka.
Pada waktu lulusku nanti aku ingin pergi ke tanah Papua, untuk bisa mengabdi disana. tentang calon istri,,,,hahah belum kepikiran,tapi yang pasti asal mau diajak untuk berjuang didaerah,mengabdi di daerah, banjir keringat dan darah di daerah untuk mewujudkan kesehatan yang menyeluruh dan merata tentunya...(lho kok tiba2 bahas ini)..beneran kan,nggak penting..^^..cont'd
Tahun 2008, tepatnya aku lupa,aku mulai menulis. Menulis liputan kegiatan untuk majalah di kampusku. Tak kusangka keisengan ini menjermuskanku pada dunia jurnalistik yang sebelumnya sangat tidak aku sukai. Aku mau ikut karena yah lumayan dapat sesuatu untuk sekedar beli makan siang selama beberapa hari di McD..he3..sapa juga yg ga mau..
Dari keisengan ini aku bisa bertemu orang-orang yang sebelumnya mungkin aku tidak pernah punya bayangan untuk bertemu apalagi bercakap-cakap dalam suasana yang santai. Sudah lupa berapa banyak orang "penting" diwawancarai oleh orang nggak penting ini,
1. Menteri Kesehatan RI 2004-2009, Bu Siti Fadhilah Supari. Wawancara dadakan,yg mengesankan. Orangnya ramah dan enak untuk diajak ngobrol. Kata orang beliau galak, tapi menurutku beliau orangnya baik.
2.Pak Sugiri Syarif,Direktur BKKBN Pusat,pernah jadi Sekjen KPK juga,aneh padahal beliau dokter. Kakak kelasnya prof Hardjo ternyata...^^b..itu juga mendadak juga. Jam 12.30 dihubungi bu yanri untuk interview beliau jam itu juga. Mana ga ada persiapan materi lagi,tapi alhamduulillah lancar. Oiya itu kan jam makan siang,dan alhamdulillah sekalian diajak makan siang juga..hohoo..mahasiswa gitu,mana bisa nolak.
3.Dr.Supriantoro,ini direktur RSPAD Gatot Subroto (salah ga sih tulisannya),sahabat prof hardjo juga ..tapi ga lama kalo sama beliau. HAhaha yang penting pernah..
4.Bu Retno, direktur bidang pendidikan bla.bla..bla..UGM (aku lupa tepatnya),beliau sangat sibuk seperti yang lainnya. Tapi masih hangat mau menyambut untuk diwawancarai.
5.dr.Bambang Purwoatmodjo, lagi-lagi teman sekelas prof hardjo (pasti ada kongkalikong ini hahaha..bercanda)..beliau adalah direktur RSUP Dr Soeradji tirtonegoro,Klaten. Lulusan FK angkatan 73,salah satu pengembang posyandu waktu zaman ga enak dulu.
6.Pak Eko Sugiharto, Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM. Ngomongin global warming dan antek2nya,beliaulah pakarnya. Beliau orang madura ternyata.
7. Pak Dekan, entah sudah berapa kali wawancara sam beliau. Mulai dari asuransi,MDGs dll...
8. Prof Soetaryo,mantan ketua senat Universitas (UGM) sebelum diganti prof Marsetyawan,yg juga dosen pembimbingku pas PKM)
9. Prof Narto, pakar bioetik,sapa pula yang tak kenal mantan dekan FK UGM ini.
10. dll (dan lainnya lupa)
dari sebuah keisengan menjadi sesuatu yang mungkin biasa bagi orang lain tapi luar biasa buatku..secara cah gunung (ngaku lho iki)...
Banyak pesan dan pengalaman yang beliau-beliau sampaikan. Kadang kebetulan pas beliau-beliau semacam reuni, hahah ternyata nggak jauh beda dengan kita. Bercanda ngarah ke rasis kadang-kadang..tapi ya itulah namanya teman sehati.
Aku ingin menjadi seperti mereka yang sampai sekarang (sudah cukup tua) masih mau dan mampu untuk berkarya bagi bangsa. Aku ingin seperti mereka yang tidak mengandalkan orang tua untuk bisa terus bertahan. Aku ingin seperti mereka, karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang pekerja keras yang lahir dari keterbatasan...tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka, tekad mereka untuk mewujudkan impian mereka.
Pada waktu lulusku nanti aku ingin pergi ke tanah Papua, untuk bisa mengabdi disana. tentang calon istri,,,,hahah belum kepikiran,tapi yang pasti asal mau diajak untuk berjuang didaerah,mengabdi di daerah, banjir keringat dan darah di daerah untuk mewujudkan kesehatan yang menyeluruh dan merata tentunya...(lho kok tiba2 bahas ini)..beneran kan,nggak penting..^^..cont'd
Sabtu, 14 Agustus 2010
Doa Untuk Ibu
Ungu – Doa Untuk Ibu
kau memberikanku hidup
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan
reff:
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan
oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
repeat reff
ooohh putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
kau memberikanku hidup
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan
reff:
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan
oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
repeat reff
ooohh putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
Ramadhanku Dulu : Cerita Masa Kecil di Bulan Ramadhan
sangat menyenangkan dan tak dapat dilupakan tentang ramadhanku dulu, ketika aku masih duduk dibangku SD. Banyak cerita, banyak kenangan yang kadang aku merasa perlu untuk membuat mesin waktu yang aku bermimpi melihat diriku di masa lalu.
Tradisi "nyadran" atau ziarah ke makam kakek nenekku menjadi pembuka menyambut ramadhan. selalu tak pernah ketinggalan untuk ikut acara ini. Bukan apa-apa lantaran biasanya setelah acara bakal dibagi nasi lengkap dengan lauk-pauknya yang walaupun sederhana tetep miss u so much. Kadang berebut untuk cari keranjang yang ada ayamnya,atau yang ada rotinya atau bahkan cari yang ada uang koinnnya. Maklum masih anak-anak pokoknya bikin ribut aja kerjanya.
Tradisi lain adalah "padusan",atau mandi di sore hari sebelum ramadhan. Nyebur bareng-bareng temen2ku di kolam masjid sampai keruh airnya. Loncat dari pager yang tinggi. Dulu airnya sehidung,sekarang mungkin klo aku nyebur sudah seperut bawah dikit kali ya.
Tarawih tidak boleh ketinggalan. Biasanya kita nyari mushola yang imamnya high speed...biar cepet selesai. Tarawih biasanya aku ambil tempat di serambi bareng anak-anak yg lain. Ya sholat sambil becandaan gitu ceritanya (dikit kok)
Tadarusan, wuoh ini mantep. Bukan bermaksud sombong,aku termasuk anak yang cepet baca quran. Sering aku banyak-banyakan khatam quran dengan kakak-ku, 3-5 kali aku bisa khatam. InsyaAlloh tajwid tetep terjaga. Nah itu pula yg membuatku menjadi pilihan anak2 buat tadarusan, katanya kalo ada mushtofa bakal cepat selesainya. Ya namanya anak-anak, kita balapan baca quran,cepet2an selesai 1 juz.Tapi kalo lagi apes, udah selesai duluan dan makanan belum datang maka tugas untuk ambil di tempat warga.
jalan-jalan ba'da subuh. Hoho ritual pagi hari ketika ramadhan adalah jalan-jalan sampe kuburan cina. sambil nonton balapan liar tentunya. Disini selain jalan-jalan biasanya kita bawa amunisi berupa mercon-mercon siap tembak kalo-kalo ada pertempuran mercon. Mercon "impret",mercon mini dengan daya ledak maksi..
Buat mercon. Ini tidak boleh ketinggalan. Selain beli yang sudah ada, kdang aku juga buat sendiri. Termasuk desainer handal mercon. Aku sama adekku biasanya bagi2 tugas,siapa yang potong kertas,ngisi mesiu sama yang ngerasin lipatannya. Lumayan buat persiapan hari raya.
Oiya ada yang ketinggalan, walaupun puasa main bola tetep. Biasanya pagi habis jalan-jalan langsung main bola. Capek tapi tak ada niat batalin puasa ^^
Nah yang terakhir ni..biasanya sebelum buka bantu-bantu ibu bikin makan buka.Kadang bereksperimen dengan membuat makanan yang aneh2 alias ngasal. Nah udah capek tu, ketika buka yasudah tak bisa dihentikan. Makan banyak-banyak dan akhirnya tidak bisa berdiri karena kekenyangan dan anehnya lagi untuk mengatasi hal itu kadang aku sit up beberapa kali..bener2 aneh.
Sekelumit cerita tentang ramadhanku dulu,banyak hal-hal yang sampai sekarang tak akan kulupakan. Mungkin sekarang sudah jauh berbeda, tapi entah beda menjadi lebih baik ataukah menjadi lebih tidak baik.
Tradisi "nyadran" atau ziarah ke makam kakek nenekku menjadi pembuka menyambut ramadhan. selalu tak pernah ketinggalan untuk ikut acara ini. Bukan apa-apa lantaran biasanya setelah acara bakal dibagi nasi lengkap dengan lauk-pauknya yang walaupun sederhana tetep miss u so much. Kadang berebut untuk cari keranjang yang ada ayamnya,atau yang ada rotinya atau bahkan cari yang ada uang koinnnya. Maklum masih anak-anak pokoknya bikin ribut aja kerjanya.
Tradisi lain adalah "padusan",atau mandi di sore hari sebelum ramadhan. Nyebur bareng-bareng temen2ku di kolam masjid sampai keruh airnya. Loncat dari pager yang tinggi. Dulu airnya sehidung,sekarang mungkin klo aku nyebur sudah seperut bawah dikit kali ya.
Tarawih tidak boleh ketinggalan. Biasanya kita nyari mushola yang imamnya high speed...biar cepet selesai. Tarawih biasanya aku ambil tempat di serambi bareng anak-anak yg lain. Ya sholat sambil becandaan gitu ceritanya (dikit kok)
Tadarusan, wuoh ini mantep. Bukan bermaksud sombong,aku termasuk anak yang cepet baca quran. Sering aku banyak-banyakan khatam quran dengan kakak-ku, 3-5 kali aku bisa khatam. InsyaAlloh tajwid tetep terjaga. Nah itu pula yg membuatku menjadi pilihan anak2 buat tadarusan, katanya kalo ada mushtofa bakal cepat selesainya. Ya namanya anak-anak, kita balapan baca quran,cepet2an selesai 1 juz.Tapi kalo lagi apes, udah selesai duluan dan makanan belum datang maka tugas untuk ambil di tempat warga.
jalan-jalan ba'da subuh. Hoho ritual pagi hari ketika ramadhan adalah jalan-jalan sampe kuburan cina. sambil nonton balapan liar tentunya. Disini selain jalan-jalan biasanya kita bawa amunisi berupa mercon-mercon siap tembak kalo-kalo ada pertempuran mercon. Mercon "impret",mercon mini dengan daya ledak maksi..
Buat mercon. Ini tidak boleh ketinggalan. Selain beli yang sudah ada, kdang aku juga buat sendiri. Termasuk desainer handal mercon. Aku sama adekku biasanya bagi2 tugas,siapa yang potong kertas,ngisi mesiu sama yang ngerasin lipatannya. Lumayan buat persiapan hari raya.
Oiya ada yang ketinggalan, walaupun puasa main bola tetep. Biasanya pagi habis jalan-jalan langsung main bola. Capek tapi tak ada niat batalin puasa ^^
Nah yang terakhir ni..biasanya sebelum buka bantu-bantu ibu bikin makan buka.Kadang bereksperimen dengan membuat makanan yang aneh2 alias ngasal. Nah udah capek tu, ketika buka yasudah tak bisa dihentikan. Makan banyak-banyak dan akhirnya tidak bisa berdiri karena kekenyangan dan anehnya lagi untuk mengatasi hal itu kadang aku sit up beberapa kali..bener2 aneh.
Sekelumit cerita tentang ramadhanku dulu,banyak hal-hal yang sampai sekarang tak akan kulupakan. Mungkin sekarang sudah jauh berbeda, tapi entah beda menjadi lebih baik ataukah menjadi lebih tidak baik.
Jumat, 06 Agustus 2010
Barangkali ini Ramadhan Terakhir Buatku..
Bulan Ramadhan kembali menyapaku untuk kesekian kalinya. Tak terasa sudah beberapa tahun aku lalui Ramadhan demi Ramadhan dalam hidupku.
Kata ustadku Ramadhan adalah bulan penuh hikmah, penuh rahmat dan penuh ampunan.Ramadhan adalah bulan pembalajaran, madrasah, tarbiyyah atau istilah-istilah lain tentang keutamaan bulan ini. Ya, aku tahu semua itu. Tapi apa yang terjadi dengan Ramadhan-ramadhanku?Tapi kenapa hati ini merasa bahwa tidak ada bedanya Ramadhanku sekarang dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Kenapa hati ini biasa saja menyambut Ramadhan dengan segala keutamaannya. Tak ada persiapan khusus untuk menyambutnya, paling-paling ikut nempelin poster bertuliskan “Marhaban ya Ramadhan” di kampus. Apakah sudah terlalu seringnya aku bertemu Ramadhan sehingga menganggap biasa bulan ini.
Aku puasa seperti orang-orang yang lainnya. Aku tidak makan dan minum dari Subuh sampai Maghrib. Aku ikut berbuka seperti buka orang kebanyakan yang sedang puasa. Tapi infotainment, ngegosip tetep, ngomongin orang nggak boleh ketinggalan, atau nongkrong-nongkrong sambil nunggu buka masih. Tapi kan aku nggak makan dan nggak minum, berarti sah dong ya puasaku.
Jujur aku biasanya banyak tidur di bulan puasa. Alasannya badan lemes, capek, dan segudang alasan yang lainnya. Eits jangan salah aku tahu dalilnya kok, katanya tidurnya orang yang sedang berpuasa itu ibadah. Nah lo, berarti aku nggak salah dong ya.
Jujur-jujuran lagi ini. Aku ikut tarawih juga lho, jangan salah. Biasanya sama temen-temen hunting mushola yang cepet selesainya. Tapi semakin lama kok semakin malas aku tarawihnya ya. Dari mulai nggak ikut dan sholatnya nanti habis tidur dulu sampai nggak tarawih sama sekali. Biasalah habis buka,makanbanyak itu bikin ngantuk dan kan kalau ngantuk sebaiknya istirahat dulu baru sholat, ya nggak?
Aku juga ikut kajian dan tadarus AlQuran juga. Tapi nasibnya mirip seperti nasib tarawihku. Banter di awal dan mulai lembek ditengah-tengah dan sudah bosan diakhirnya. Semuanya itu terjadi dari tahun ke tahun, ya seperti itu.
Apakah anda selama ini seperti itu saudaraku? Wahai saudara-saudaraku ! wahai orang-orang yang telah mengikrarkan kalimah syahadat dalam hatinya. Ramadhan kembali datang dan menyapa. Kalau dulu, Ramadhan seringkali berlalu begitu saja, tersia-siakan, maka sekarang pergunakanlah ia dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tahu apakah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengannya. Jadikanlah ia sebagai sarana untuk membebaskan diri kita dari jilatan api neraka, jadikan ia sebagai kunci untuk membuka surga Firdaus yang telah dijanjikan oleh-Nya. Perbanyaklah berbuat baik, silaturahim, tasbih, tahmid ,takbir, dan mohon ampunan. Hidupkanlah tempat tinggalmu dengan ayat-ayat-Nya. Jauhkanlah dirimu dari amarah, kesukaan ghibah, dan hal-hal yang membunuh keutamaan bulan Ramadhan ini.
Siapa tahu ini Ramadhan terakhir bagi anda !!!
Kata ustadku Ramadhan adalah bulan penuh hikmah, penuh rahmat dan penuh ampunan.Ramadhan adalah bulan pembalajaran, madrasah, tarbiyyah atau istilah-istilah lain tentang keutamaan bulan ini. Ya, aku tahu semua itu. Tapi apa yang terjadi dengan Ramadhan-ramadhanku?Tapi kenapa hati ini merasa bahwa tidak ada bedanya Ramadhanku sekarang dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Kenapa hati ini biasa saja menyambut Ramadhan dengan segala keutamaannya. Tak ada persiapan khusus untuk menyambutnya, paling-paling ikut nempelin poster bertuliskan “Marhaban ya Ramadhan” di kampus. Apakah sudah terlalu seringnya aku bertemu Ramadhan sehingga menganggap biasa bulan ini.
Aku puasa seperti orang-orang yang lainnya. Aku tidak makan dan minum dari Subuh sampai Maghrib. Aku ikut berbuka seperti buka orang kebanyakan yang sedang puasa. Tapi infotainment, ngegosip tetep, ngomongin orang nggak boleh ketinggalan, atau nongkrong-nongkrong sambil nunggu buka masih. Tapi kan aku nggak makan dan nggak minum, berarti sah dong ya puasaku.
Jujur aku biasanya banyak tidur di bulan puasa. Alasannya badan lemes, capek, dan segudang alasan yang lainnya. Eits jangan salah aku tahu dalilnya kok, katanya tidurnya orang yang sedang berpuasa itu ibadah. Nah lo, berarti aku nggak salah dong ya.
Jujur-jujuran lagi ini. Aku ikut tarawih juga lho, jangan salah. Biasanya sama temen-temen hunting mushola yang cepet selesainya. Tapi semakin lama kok semakin malas aku tarawihnya ya. Dari mulai nggak ikut dan sholatnya nanti habis tidur dulu sampai nggak tarawih sama sekali. Biasalah habis buka,makanbanyak itu bikin ngantuk dan kan kalau ngantuk sebaiknya istirahat dulu baru sholat, ya nggak?
Aku juga ikut kajian dan tadarus AlQuran juga. Tapi nasibnya mirip seperti nasib tarawihku. Banter di awal dan mulai lembek ditengah-tengah dan sudah bosan diakhirnya. Semuanya itu terjadi dari tahun ke tahun, ya seperti itu.
Apakah anda selama ini seperti itu saudaraku? Wahai saudara-saudaraku ! wahai orang-orang yang telah mengikrarkan kalimah syahadat dalam hatinya. Ramadhan kembali datang dan menyapa. Kalau dulu, Ramadhan seringkali berlalu begitu saja, tersia-siakan, maka sekarang pergunakanlah ia dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tahu apakah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengannya. Jadikanlah ia sebagai sarana untuk membebaskan diri kita dari jilatan api neraka, jadikan ia sebagai kunci untuk membuka surga Firdaus yang telah dijanjikan oleh-Nya. Perbanyaklah berbuat baik, silaturahim, tasbih, tahmid ,takbir, dan mohon ampunan. Hidupkanlah tempat tinggalmu dengan ayat-ayat-Nya. Jauhkanlah dirimu dari amarah, kesukaan ghibah, dan hal-hal yang membunuh keutamaan bulan Ramadhan ini.
Siapa tahu ini Ramadhan terakhir bagi anda !!!
Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Dunia
Dialah yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya.
Dunia Islam memanggilnya dengan nama Ibnu Sina. Namun di kalang an orangorang Barat, ia dikenal dengan panggil an Avicenna. Ia merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10. Selain itu, Ia juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif.
Dan sebagian besar karyanya adalah tentang filsafat dan pengobatan. Bagi banyak orang, Ibnu Sina adalah Bapak Pengobatan Modern. Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/ 980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil di wilayah Uzbekistan saat ini. Ayahnya yang berasal dari Balkh Khorasan adalah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005 M).
Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.
Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja.
Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi Ibnu Sina menolaknya dengan halus, sebagai gantinya ia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas makin bertambah.
Ibnu Sina selain terkenal sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama dan kedokteran, ia juga ahli dalam bidang matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika dan filosofi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan.
Tak hanya itu, ia juga mendalami masalah-masalah fikih dan menafsirkan ayat-ayat Alquran. Ia banyak menafsirkan ayat-ayat Alquran untuk mendukung pandangan-pandangan filsafatnya.
Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya ia mulai berkelana, menyebarkan ilmu dan mencari ilmu yang baru. Tempat pertama yang menjadi tujuannya setelah hari duka itu adalah Jurjan, sebuah kota di Timur Tengah. Di sinilah ia bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan Al-Biruni. Ia kemudian berguru kepada Al-Biruni.
Setelah itu Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalanannya untuk menuntut ilmu. Rayy dan Hamadan adalah kota selanjutnya, sebuah kota dimana karyanya yang spektakular Qanun fi Thib mulai ditulis. Di tempat ini pula Ibnu Sina banyak berjasa, terutama pada raja Hamadan. Seakan tak pernah lelah, ia melanjutkan lagi pengembaraannya, kali ini daerah Iran menjadi tujuannya. Di sepanjang jalan yang dilaluinya itu, banyak lahir karya-karya besar yang memberikan manfaat besar pada dunia ilmu kedokteran khususnya.
Tentu tak berlebihan bila Ibnu Sina mendapat julukan Bapak Kedokteran Dunia. Karena perkembangan dunia kedokteran awal tidak bisa terlepas dari nama besar Ibnu Sina. Ia juga banyak menyumbangkan karya-karya asli dalam dunia kedokteran. Dalam Qanun fi Thib misalnya, ia menulis ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Ia juga orang yang memperkenalkan penyembuhan secara sistematis, dan ini dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.
Ibnu Sina pula yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Dan dari sana ia berkesimpulan bahwa, setiap bagian tubuh manusia, dari ujung rambut hingga ujung kaki kuku saling berhubungan.
Ia adalah orang yang pertama kali merumuskan, bahwa kesehatan fisik dan kesehatan jiwa berada kaitan dan saling mendukung. Lebih khusus lagi, ia mengenalkan dunia kedokteran pada ilmu yang sekarang diberi nama pathology dan farmasi, yang menjadi bagian penting dari ilmu kedokteran. Selain The Canon of Medicine, ada satu lagi kitab karya Ibnu Sina yang tak kalah dahsyatnya. Asy-Syifa, begitu judul kitab karya Ibnu Sina ini.
Sebuah kitab tentang cara-cara pengobatan sekaligus obatnya. Kitab ini di dunia ilmu kedokteran menjadi semacam ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Dalam bahasan latin, kitab ini di kenal dengan nama Sanati.
Ibnu Sina wafat pada tahun 428 H/1037 M di kota Hamdan, Iran. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia. Hampir sebelas abad sudah Ibnu Sina meninggalkan kita, tapi ilmu dan karyanya sampai sekarang masih berguna.
Mendapat banyak gelar
Kebesaran nama Ibnu Sina terlihat dari beberapa gelar yang diberikan orang kepadanya. Di bidang filsafat ia mendapat gelar asy-Syaikh ar-Rais (Guru Para Raja). Dalam bidang filsafat, ia memiliki pemikiran keagamaan yang mendalam. Pemahamannya mempengaruhi pandangan filsafatnya.
Ketajaman pemikiran dan keda -laman keyakinan keagamaannya seca ra simultan mewarnai alam pikirannya. Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam berfilsafat. Sementara al-Gazali menjulukinya sebagai filsuf yang terlalu banyak berpikir.
Seperti pendahulunya, al-Farabi (870-950 M), Ibnu Sina mengakui bahwa alam diciptakan secara emanasi (memancar dari Tuhan). Tuhan menciptakan alam dalam arti memancarkannya. Ia juga mengemuka kan pemikiran filsafat tentang jiwa (annafs) dan kenabian. Ibnu Sina berpendapat bahwa nabi adalah manusia terunggul dan pilihan Tuhan. Filsuf hanya dapat menerima ilham, sedangkan nabi menerima wahyu. Oleh karena itu, ajaran nabi harus menjadi pedoman hidup manusia.
Di bidang kedokteran ia mendapat julukan Pangeran Para Dokter dan Raja Obat. Banyak para pembesar negeri pada masa itu yang mengundangnya untuk memberikan pengobatan. Para pembesar negeri tersebut di antaranya Rtau Sayyidah serta Sultan Majdud dari Rayy, Syamsu Dawla dari Hamadan, dan Alaud Dawla dari Isfahan. Karenanya dalam dunia Islam, ia dianggap sebagai puncah atau Bapak ilmu kedokteran.
Bukan hanya dalam filsafat dan kedokteran saja Ibnu Sina memberikan andil dan pemikirannya. Ia juga turut serta ambil bagian dan memberikan andil pada berbagai ilmu pengetahuan pada zamannya, di antaranya yang menonjol adalah ilmu astronomi. Ibnu Sina menambahkan dalam bukunya al-Magest (buku tentang astronomi) berbagai problem yang belum dibahas, mengajukan beberapa keberatan Euclides, meragukan pandangan Aristoteles tentang kesamaan bintang-bintang tak bergerak, kesamaan satuan jaraknya, dan sebagainya. Untuk itu di dalam buku Asy-Syifa, ia menguraikan bahwa bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada pada satu globe.
Ibnu Sina juga banyak membuat rumusan-rumusan tentang pembentukan gunung-gunung, barang-barang tambang, di samping menghimpun berbagai analisis tentang fenomena atmosfer, seperti angin, awan, dan pelangi. Sementara orang yang sezaman dengannya tidak mampu menambahkan sesuatu ke dalam bidang penelitian mereka.
Karya Sang Dokter
Sepanjang hayatnya, Ibnu Sina banyak menu lis berbagai macam karya yang berkaitan dengan bidang yang ditekuninya. Jumlahnya mencapai 250 karya, baik dalam bentuk buku maupun risalah.
Karya-karyanya itu antara lain :
Qanun fi Thib
Kitab ini ditulis ketika ia menuntut ilmu di Rayy dan Hamadan. Qanun fi Thib yang dalam bahasa Inggris telah diterjemahkan dengan nama The Canon of Medicine, berisi tentang berbagai macam cara penyembuhan dan obat-obatan. Didalamnya tertulis jutaan item tentang pengobatan dan oabt-obatan. Karena itu, ada pula yang menamakan kitabnya ini sebagai Ensiklopedia Pengobatan.
Al-Magest
Buku ini berkaitan dengan bidang astronomi. Diantara isinya, bantahan terhadap pandangan Euclides, serta meragukan pandangan Aristoteles yang menyamakan bintang-bintang tak bergerak. Menurutnya, bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada dalam satu globe.
Asy-Syifa
Dalam buku Asy-Syifa ini, Ibnu Sina juga menuliskan tentang masalah penyakit dan pengobatan sekaligus obat yang dibutuhkan berkaitan dengan penyakit bersangkutan. Sama seperti Qanun fi Thib, kitab Asy-Syifa ini juga dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Kitab ini terdiri dari 18 jilid.
De Conglutineation Lagibum
Kitab ini ditulis dalam bahasa latin, yang membahas tentang masalah penciptaan alam. Diantaranya tentang asal nama gunung. Menurutnya, kemungkinan gunung tercipta karena dua sebab. Pertama, menggelembungnya kulit luar bumi lantaran goncangan hebat gempa. Dan kedua, karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses itu mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan
bumi. sya/dia/taq
Red: Republika Newsroom
Dunia Islam memanggilnya dengan nama Ibnu Sina. Namun di kalang an orangorang Barat, ia dikenal dengan panggil an Avicenna. Ia merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10. Selain itu, Ia juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif.
Dan sebagian besar karyanya adalah tentang filsafat dan pengobatan. Bagi banyak orang, Ibnu Sina adalah Bapak Pengobatan Modern. Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/ 980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil di wilayah Uzbekistan saat ini. Ayahnya yang berasal dari Balkh Khorasan adalah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005 M).
Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.
Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja.
Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi Ibnu Sina menolaknya dengan halus, sebagai gantinya ia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas makin bertambah.
Ibnu Sina selain terkenal sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama dan kedokteran, ia juga ahli dalam bidang matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika dan filosofi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan.
Tak hanya itu, ia juga mendalami masalah-masalah fikih dan menafsirkan ayat-ayat Alquran. Ia banyak menafsirkan ayat-ayat Alquran untuk mendukung pandangan-pandangan filsafatnya.
Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya ia mulai berkelana, menyebarkan ilmu dan mencari ilmu yang baru. Tempat pertama yang menjadi tujuannya setelah hari duka itu adalah Jurjan, sebuah kota di Timur Tengah. Di sinilah ia bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan Al-Biruni. Ia kemudian berguru kepada Al-Biruni.
Setelah itu Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalanannya untuk menuntut ilmu. Rayy dan Hamadan adalah kota selanjutnya, sebuah kota dimana karyanya yang spektakular Qanun fi Thib mulai ditulis. Di tempat ini pula Ibnu Sina banyak berjasa, terutama pada raja Hamadan. Seakan tak pernah lelah, ia melanjutkan lagi pengembaraannya, kali ini daerah Iran menjadi tujuannya. Di sepanjang jalan yang dilaluinya itu, banyak lahir karya-karya besar yang memberikan manfaat besar pada dunia ilmu kedokteran khususnya.
Tentu tak berlebihan bila Ibnu Sina mendapat julukan Bapak Kedokteran Dunia. Karena perkembangan dunia kedokteran awal tidak bisa terlepas dari nama besar Ibnu Sina. Ia juga banyak menyumbangkan karya-karya asli dalam dunia kedokteran. Dalam Qanun fi Thib misalnya, ia menulis ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Ia juga orang yang memperkenalkan penyembuhan secara sistematis, dan ini dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.
Ibnu Sina pula yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Dan dari sana ia berkesimpulan bahwa, setiap bagian tubuh manusia, dari ujung rambut hingga ujung kaki kuku saling berhubungan.
Ia adalah orang yang pertama kali merumuskan, bahwa kesehatan fisik dan kesehatan jiwa berada kaitan dan saling mendukung. Lebih khusus lagi, ia mengenalkan dunia kedokteran pada ilmu yang sekarang diberi nama pathology dan farmasi, yang menjadi bagian penting dari ilmu kedokteran. Selain The Canon of Medicine, ada satu lagi kitab karya Ibnu Sina yang tak kalah dahsyatnya. Asy-Syifa, begitu judul kitab karya Ibnu Sina ini.
Sebuah kitab tentang cara-cara pengobatan sekaligus obatnya. Kitab ini di dunia ilmu kedokteran menjadi semacam ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Dalam bahasan latin, kitab ini di kenal dengan nama Sanati.
Ibnu Sina wafat pada tahun 428 H/1037 M di kota Hamdan, Iran. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia. Hampir sebelas abad sudah Ibnu Sina meninggalkan kita, tapi ilmu dan karyanya sampai sekarang masih berguna.
Mendapat banyak gelar
Kebesaran nama Ibnu Sina terlihat dari beberapa gelar yang diberikan orang kepadanya. Di bidang filsafat ia mendapat gelar asy-Syaikh ar-Rais (Guru Para Raja). Dalam bidang filsafat, ia memiliki pemikiran keagamaan yang mendalam. Pemahamannya mempengaruhi pandangan filsafatnya.
Ketajaman pemikiran dan keda -laman keyakinan keagamaannya seca ra simultan mewarnai alam pikirannya. Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam berfilsafat. Sementara al-Gazali menjulukinya sebagai filsuf yang terlalu banyak berpikir.
Seperti pendahulunya, al-Farabi (870-950 M), Ibnu Sina mengakui bahwa alam diciptakan secara emanasi (memancar dari Tuhan). Tuhan menciptakan alam dalam arti memancarkannya. Ia juga mengemuka kan pemikiran filsafat tentang jiwa (annafs) dan kenabian. Ibnu Sina berpendapat bahwa nabi adalah manusia terunggul dan pilihan Tuhan. Filsuf hanya dapat menerima ilham, sedangkan nabi menerima wahyu. Oleh karena itu, ajaran nabi harus menjadi pedoman hidup manusia.
Di bidang kedokteran ia mendapat julukan Pangeran Para Dokter dan Raja Obat. Banyak para pembesar negeri pada masa itu yang mengundangnya untuk memberikan pengobatan. Para pembesar negeri tersebut di antaranya Rtau Sayyidah serta Sultan Majdud dari Rayy, Syamsu Dawla dari Hamadan, dan Alaud Dawla dari Isfahan. Karenanya dalam dunia Islam, ia dianggap sebagai puncah atau Bapak ilmu kedokteran.
Bukan hanya dalam filsafat dan kedokteran saja Ibnu Sina memberikan andil dan pemikirannya. Ia juga turut serta ambil bagian dan memberikan andil pada berbagai ilmu pengetahuan pada zamannya, di antaranya yang menonjol adalah ilmu astronomi. Ibnu Sina menambahkan dalam bukunya al-Magest (buku tentang astronomi) berbagai problem yang belum dibahas, mengajukan beberapa keberatan Euclides, meragukan pandangan Aristoteles tentang kesamaan bintang-bintang tak bergerak, kesamaan satuan jaraknya, dan sebagainya. Untuk itu di dalam buku Asy-Syifa, ia menguraikan bahwa bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada pada satu globe.
Ibnu Sina juga banyak membuat rumusan-rumusan tentang pembentukan gunung-gunung, barang-barang tambang, di samping menghimpun berbagai analisis tentang fenomena atmosfer, seperti angin, awan, dan pelangi. Sementara orang yang sezaman dengannya tidak mampu menambahkan sesuatu ke dalam bidang penelitian mereka.
Karya Sang Dokter
Sepanjang hayatnya, Ibnu Sina banyak menu lis berbagai macam karya yang berkaitan dengan bidang yang ditekuninya. Jumlahnya mencapai 250 karya, baik dalam bentuk buku maupun risalah.
Karya-karyanya itu antara lain :
Qanun fi Thib
Kitab ini ditulis ketika ia menuntut ilmu di Rayy dan Hamadan. Qanun fi Thib yang dalam bahasa Inggris telah diterjemahkan dengan nama The Canon of Medicine, berisi tentang berbagai macam cara penyembuhan dan obat-obatan. Didalamnya tertulis jutaan item tentang pengobatan dan oabt-obatan. Karena itu, ada pula yang menamakan kitabnya ini sebagai Ensiklopedia Pengobatan.
Al-Magest
Buku ini berkaitan dengan bidang astronomi. Diantara isinya, bantahan terhadap pandangan Euclides, serta meragukan pandangan Aristoteles yang menyamakan bintang-bintang tak bergerak. Menurutnya, bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada dalam satu globe.
Asy-Syifa
Dalam buku Asy-Syifa ini, Ibnu Sina juga menuliskan tentang masalah penyakit dan pengobatan sekaligus obat yang dibutuhkan berkaitan dengan penyakit bersangkutan. Sama seperti Qanun fi Thib, kitab Asy-Syifa ini juga dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Kitab ini terdiri dari 18 jilid.
De Conglutineation Lagibum
Kitab ini ditulis dalam bahasa latin, yang membahas tentang masalah penciptaan alam. Diantaranya tentang asal nama gunung. Menurutnya, kemungkinan gunung tercipta karena dua sebab. Pertama, menggelembungnya kulit luar bumi lantaran goncangan hebat gempa. Dan kedua, karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses itu mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan
bumi. sya/dia/taq
Red: Republika Newsroom
Kamis, 05 Agustus 2010
"From This Moment On"
::Shania Twain::
(I do swear that I'll always be there.
I'd give anything and everything and I will always care.
Through weakness and strength, happiness and sorrow,
for better for worse, I will love you with
every beat of my heart.)
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on
::Shania Twain::
(I do swear that I'll always be there.
I'd give anything and everything and I will always care.
Through weakness and strength, happiness and sorrow,
for better for worse, I will love you with
every beat of my heart.)
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on
Langganan:
Komentar (Atom)