Cerita-cerita tentang pengalaman dan tumpahan pikiran yang mungkin berguna. Sengaja tidak dipublikasikan, tapi kalau ada yang nyasar ya, salam kenal ^^..semoga bermanfaat. (since 25 Juli 2010)
Minggu, 01 April 2012
APalah Ya...
As usual, my story isn't that short. And I'll never make that short. Heheh..apa sih ya. Nah minggu ini pula,senin dihubungi bakal ada rapat untuk website di Saphire Hotel sebgai ganti tertundanya rapat di Jakarta pada hari Jumat sebelumnya, karena ada rapat dengan DPR or something like that lah. Oke, ga masalah buatku ga harus pergi ke Jakarta yang super ribet. Ga betah lah lama2 disana. But, akhirnya nggai jadi juga yang di Saphire. Whateverlah, yang penting tugas2 ku selesai, ntar juga ngikut untuk masalah2 kaya gituan. Hemm..karena ga jadi, maka diganti hari kamis kemare, rapat koordinasi web dan datang telat karena hatus ujian, tapi alhamdulillah semuanya lancar.
Untuk ujian, as expected, nggak cukup sekali. Yup berkali-kali, dan sering dibilang fatal, oh my God. Nunggunya lama, dan ya semua terjadilah. Haha..ketika ditanya, " menurutmu kamu lulus nggak? Aku bilang...nggak dok, masih banyak yang kurang." akhirnya ngulang lagi ujian hari berikutnya. Whateverlah, yang penting semua ga sia-sia. Dan Alloh SWT memang Maha deh...sedang galau-galaunya ngulang ujian dan dibilang gagal, tiba-tiba ada getaran handphone tanda ada sms baru. Ku bukalah dengan sedikit lunglai, maklum sedang spinal shock, jadi asal2an aja. Oh, nomer baru, ntar aja deh liatnya. Sudah kubiarkan beberapa lama sambil liat staff priksa pasien. Stelah agak lega coba aku cermati dan whatta....ntahlah nambah kegalauan atau sebagai kabar gembira. Dapat sms dari prof yang sangat ku kenal, dan saat itu sedang berada di Belanda, entahlah ada urusan apa. Isinya sederhanya begini, prof mata dari univ.Groningen, bilang masih ada satu slot untuk kandidat Ph.D baru untuk konsentrasi Glaukoma dan biologi molekular vitreous, dan menawarkannya padaku. Subhanalloh lah, di saat kegalauan melanda, muncul berita ini. Langsung aku bales, tertarik sekali dengan posisi itu, dan diminta untuk ketemuan minggu depan. Hemm, semoga lancar dan terwujud. Alloh memang punya caraNya sendiri yang tak terduga-duga untuk insyaAlloh hamba-hambaNya.
Pernah, entah kapan, kepikiran pingin banget punya tablet atau sejenisnya lah, untuk mempermudah kerjaan. Heheh...tapi cuma keinginan, jelas ndak punya duit buat beli gituan. Buat makan aja sudah susah nyarinya, harus tabraka-tabrakan waktu kesana kemari. Eh, kantor tempatku bekerja ada tablet Ipad yang relatively nggak terpakai, karena yang make sebelumnya sudah pake laptop mac juga. Ya sudah disuruh dipake dulu aja. Hahaha..walaupun bukan punya sendiri tapi yang penting punya lah ya.... Mungkin sekarang di pinjemi, suatu saat bisa punya sendiri. Heheh.. InsyaAlloh lah ya.
Minggu ini dari kejadian2 tersebut hikmah yang bisa diambil untuk evaluasi diri, introspeksi diri adalah bahwa hal- hal yang kita alami di dunia ini bukanlah suatu hal yang kebetulan saja. Lebih dari sekedar kebetulan, dibalut dengan doa dan kepercayaan penuh bahwa Dia tidak tidur. Alloh mendengar segala do'a doa kita, dan mengabulkannya dengan caraNya yang akita harus yakin itu adalah hal terbaik untuk kita.
Just do the best, you will get the best and Alloh will give the moooorree best than we can imagine..^^b
Sent from my iPad
Minggu, 04 Maret 2012
Lagi cukup seneng dengerin lagu Someone like you-nya Adele tapi pake yang versi Javier Colon. Bukan bermaksud ikut-ikutan nge-galau sih, cuma memang lagunya cukup enak di dengar.
Cerita lagi ajalah ya, minggu kemarin, hari Selasa kalo nggak salah termasuk hari paling hectic. Bukan apa-apa, tapi hari Senin, hari pertama masuk saraf dan malamnya langsung jaga unit stroke, trus paginya masuk seperti biasa, dan sorenya ada 2 agenda sekaligus, yaitu ngisi training di Ukesma UGM sama ada rapat website pendidikan kedokteran setelahnya (rapat dadakan ini).
Haha, biasalah, hari pertama belum ngerti apa-apa (sampe sekarang sih, :P), nah waktu itu dah bilang aku ga bisa jaga malem karena harus buat presentasi untuk besoknya, tapi apa daya, yang lain pada ga bisa juga, dan dengan agak kesel, akhirnya maulah diriku jaga (kesel karena yang lain alasannya pada nggak jelas). Akhirnya jaga unit stroke, harapannya sih malam ini bakal tenang dan bisa tidur nyenyak, tapi ternyata.....yasudahlah. Pertama ada pasien HHS (kenapa masuk bangsal stroke??), monitor 2 jam (KU dan GDS), okelah ya...enaknya disini kita boleh ngambil keputusan soal terapi dan perawatnya juga enak, sangat kooperatif, jadi malam ketika rresiden sudah tidur. Ikut aja algoritma I pikirku, dan sukses, lumayanlah ya. Eh dini hari masuk pasien baru lagi , oh God, monitor juga ni pasien. Eh ada juga pasien yang produktif sekali mukusnya, bolak balik harus suction. Disela-sela kesibukan itu, aku sempetin deh buat presentasi, yah semaksimal yang aku bisa buat dalam kondisi sperti itu. Akhirnya 90% lah jadi, nanti disempurnakan dibangsal ajalah.
*Tri mempersiapkan presentasi :
1.Jika waktunya cukup, maka buatlah sebaik-baiknya, penuh gambar-gambar interaktif, biar audience ga bosen.
2. Jika waktunya ga cukup, buatlah sebisanya, dan perbanyak diskusi,hohoooo,,,,
(kekacauan dalam presentasi Anda bukan tanggung jawab penulis pokoknya..)
Akhirnya jam setengah empat kurang izin buat absen sore, alhmdllh dapat izin, dan gooo...
(lanjut ntar deh..)
Rabu, 15 Februari 2012
Share lagi : Yok Bermanfaat Bagi Orang Lain ^^
Rabu, 08 Februari 2012
Share ^^
Senin, 23 Januari 2012
Izrail Ada Di Sampingku
Senin, 26 September 2011
Refleksi : Awal Sebuah Jalan Ketidaksengajaan
Sebuah sejarah bagi diriku terukir pada hari ini.Di awali dari sebuah ketidaksengajaan menjadi sesuatu yang benar-benar sejarah bagiku. Ya, saat ini aku berdiri dalam dekapan jalan ketidaksengajaan. Toga hitam membalut tubuh keringku. Toga hitam ketidaksengajaan mungkin. Mungkin tidak ada yang tahu bahwa selama ini aku berbohong pada mereka. Bahkan aku berbohong pada diriku sendiri. Entah kebohongan yang disengajakan atau suatu ketidaksengajaan. Sering aku tertawa dalam hati ketika melihat proyeksi diriku dalam sebingkai cermin kecil. Sering pula aku menangis dalam hati ketika melihat betapa apa yang kucapai saat ini adalah buah dari ketidaksengajaan. Ketidaksengajaan yang indah. Ketidaksengajaan yang mengantarkanku pada keadaanku saat ini.
Teringat hampir empat tahun lalu ketika aku masih duduk di kelas XII SMA. Ya, XII IPA 5,nostalgia tak terlupa. Aku yang termasuk siswa yang dengan keberuntungan bisa menjadi bagian tak terlupakan dalam perjalanan sekolahku selama 3 tahun ini. Bersyukur karena aku yang sangat biasa ini bisa tercatat dalam catatan lain di sekolahku, tentu catatan yang baik.
Saat itu yang aku pikirkan adalah bisa melanjutkan sekolah dan kemudian bekerja. Benar-benar tipikal orang biasa. Pikiranku sudah tertuju pada akademi militer. Itulah cita-cita sederhanaku untuk bisa menjadi seorang perwira,perwira angkatan darat. Entahlah, setan apa yang merasuk dalam pikiranku saat itu. Waktuku aku habiskan untuk mempersiapkan fisik dan mental untuk bisa lolos ujian. Menu lari pagi 2-3 kilometer dengan pemberat dimasing-masing kaki 2 kilogram adalah hal yang biasa buatku. Push up dan sit up menjadi menu pagi sehabis mengaji. Saat itu aku berpikir, bodoh sekali jika mereka tidak menerimaku dengan segala kelebihan yang aku miliki. Benar-benar setan telah merasuk dalam otakku.
Pada waktu itu aku tidak peduli dengan euforia teman-temanku yang ribut untuk mengikuti berbagai ujian masuk perguruan tinggi. Rasa optimisku sudah merasuk sampai ujung jempol kakiku. Entah si jempol sadar atau tidak tetapi rasa percaya diriku sudah membuncah tanpa berpikir bahwa dunia ini diciptakan dengan berpasang-pasangan. Bahwa ada keberhasilan dan ada kegagalan. Keduanya berbagi probabilitas yang sama seperti sebuah koin mata uang. Aku melupakan itu.
Dan akhirnya aku gagal lulus seleksi. Kecewa, itulah yang ada dipikiranku. Seakan apa yang sudah aku lakukan sama sekali tak ada artinya.
Aku putar kembali life plan-ku. Aku rombak habis segala cita-cita dan angan-angan yang sudah aku bentuk jika aku berhasil menjadi seorang perwira TNI. Kemudian aku mulai melihat peluang-peluang yang tersisa. Sambil menahan rasa iri sebab sudah banyak teman yang sudah diterima di perguruan tinggi ini dan itu sedangkan aku masih berdiri dalam ketidakpastian. SPMB menjadi jalanku satu-satunya untuk bisa melanjutkan sekolahku.
Dan ketidaksengajaan itupun dimulai. Aku memasukkan daftar prioritas fakultas yang sama sekali jauh dari latar belakangku. Alasannya sederhana, aku menjadi malas belajar jika standar yang aku tuliskan bukan standar tertinggi yang mungkin bisa aku capai. Dan ketidaksengajaan itu berbuah kebingungan. Ketika hal yang tidak aku sangka benar-benar terjadi. Bingung apakah aku benar-benar bisa bertahan disana. Ketidaksengajaan yang mendilemakan.
Pagi itu dengan hati yang masih tertunduk melihat ketidaksengajaan ini, aku berdiri tegap dengan jas almamater yang menyembunyikan rasa terdalamku,terpasang rapi ditubuh kecilku. Melihat sekelilingku, membuatku takut dan merasa inferior dibanding yang lain. Semua dengan ceria berbaris dan bersenda gurau. Aku yakin gurat muka mereka menandakan kegembiraan yang amat sangat. Sedangkan diriku, 180 derajat berkebalikan dengan mereka. Entahlah, sekali lagi aku masih takut. Ku coba berkenalan dan bergaul dengan mereka untuk menutup ketakutanku akan segala hal yang akan aku hadapi nanti. Ku coba tersenyum, tersenyum dalam selubung ketakutan.
Tiga setengah tahun berlalu. Terlalu banyak cerita selama 3,5 tahunku di kampus ini. Suka, duka, senang, sedih, bangga, kecewa semua bercampur menyatu dalam harmoni cerita tiga setengah tahunku disini. Teman-teman yang sangat baik. Guru-guruku yang sangat luar biasa. Bagaimana dengan rasa takut dan inferiority-ku? Rasa ketakutanku sudah sedikit bisa aku atasi.Rasa inferiority-ku sudah sedikit bisa aku sembunyikan karena masih sulit aku untuk menghilangkannya. Sampai saat ini. Sudah kucoba untuk men-sugesti dan meyakinkan diriku tapi masih saja ada dan menghantuiku. Sampai saat ini.
Kini, sudah pantaskah diriku untuk mengenakan toga ini atau belum, aku tidak tahu. Yang pasti saat ini aku memakainya. Dan terpaksa aku harus pantas, entah bagaimana caranya. Buah ketidaksengajaan yang saat ini harus aku jalani jalan ketidaksengajaan ini. Ketidaksengajaan yang bersejarah dan mau tidak mau harus aku jalani jalan ketidaksengajaan ini dengan penuh kesengajaan dan kesadaran. Berharap lewat jalan yang aku awali dengan ketidaksengajaan ini, aku bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Jumat, 22 April 2011
Cerita Koas-ku..neng nong neng gung..
Nah lanjut lagi..
Kemudian,dihari pertama pembekalan langsung deh ambil tempat duduk paling depan. Bukannya sombong ato cari muka,tapi pengen aja menghapus tradisi malas duduk didepan...Nah,tu desktop secara mengejutkan (sebenernya ga juga sih,sudah kuduga sebelumnya) fotoku langsung nampang di slide pertama pembekalan,jadi judul lagi..waakakaka..memang orang keren ga kemana...Udah tuh, siapa yang menjadi ketua untuk gelombang ini..jeng..jeng.."mushtofaa"..whatttt..secara parah langsung dipaksa untuk jadi ketua,ngek,ngok.yaudahlah,paling bentar aja sih..ehemm..ehemm..langsung deh,first speech "teman,saya tidak bisa sendiri,mari kita berjuang bersama-sama"..ceilahh,sok bijak..--" #jitak